Open Trip Pendakian Gunung Kerinci 2018


Porter Kerinci, Guide Kerinci Mountain, Packages Kerinci All Include

OPEN TRIP Pendakian Gunung Kerinci 3.805 mdpl
Puncak Tertinggi Gunung Api Di Indonesia - Puncak Kedua Seven Summit Indonesia

Paket Wisata Trekking Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh
Hubungi Admin +62 85 643 455 685

Jadwal Open Trip Kerinci Tahun 2018

Jadwal Open Trip Kerinci Sepanjang Tahun 2018
  • 20-24 Juni 2018
  • 20-24 Juli 2018
  • 16-20 Agustus 2018
  • 07-11 September 2018
  • 05-09 Oktober 2018
  • 16-20 November 2018
  • 21-25 Desember 2018

MEETING POINT
  • Bandara Minangkabau Padang  Rp 1.550.000
  • Depati Parbo Kerinci Rp 1.350.000

FASILITAS TERMASUK
  • Transportasi Padang / Depati Parbo - Kerinci PP
  • Transportasi Basecamp - Pintu Rimba
  • Penginapan Basecamp
  • Makan Selama Pendakian
  • Tenda
  • Alat Masak
  • Porter Team
  • Tour Leader
  • Guide Lokal
  • Izin [ SIMAKSI ]

FASILITAS TIDAK TERMASUK
  • Porter Pribadi
  • Perlengkapan Pribadi
  • Hal hal yang tidak kami sebutkan diatas

SYARAT DAN KETENTUAN
  • Hubungi Admin +62 85 643 455 685 untuk menanyakan ketersediaan Quota
  • DP sebesar 30% dari biaya total trip
  • Pelunasan maksimal H-3 hari sebelum pelaksanaan trip
  • Jika ada yang kurang jelas bisa menghubungi admin.

ITENERARY [ RENCANA PENDAKIAN ]
Hari Pertama
  • Rombongan tiba di Meeting Point 
  • Perjalanan menuju Basecamp Pendakian
Hari Kedua
  • 05.00-07.00 Persiapan, sarapan, dan repacking
  • 07.00-08.00 Menuju Pintu Rimba
  • 08.00-17.00 Pendakian dari Pintu Rimba – Selter 3
    Pendakian Pintu Rimba - Pos 1
    Pendakian Pos 1 – Pos 2
    Pendakian Pos 2 – Pos 3
    Pendakian Pos 3 – Shelter 1 [ makan siang]
    Pendakian Selter 1 - Selter 2
    Pendakian Selter 2 - Selter 3
    Pendakian Selter 3 [ Campsite ]
  • 17.00-03.00: Acara bebas, Makan Malam dan Istirahat
Hari Ketiga
  • 03.00-03.30 Bangun dan Prepare Summit
  • 03.30-06.00 Summit Attack
  • 06.00-07.00 Menikmati Keindahan Atap Sumatra Gunung Kerinci 3.805 mdpl
  • 07.00-09.00 Turun kembali ke Selter 3
  • 09.00-11.00 Makan, Istirahat dan Packing
  • 11.00-18.00 Turun kembali ke Basecamp
  • 18.00-08.00 Makan malam dan istirahat
Hari Keempat
  • 04.00-07.00 Agenda Pribadi [ Makan, Istirahat, Ibadah ]
  • 07.00-08.00 Prepare dan Packing
  • 08.00-09.00 Prepare ke Danau Gunung Tujuh
  • 09.00-13.00 Pendakian ke Danau Gunung Tujuh
  • 13.00- 15.00 Makan dan Menikmati Keindahan Danau Gunung Tujuh
  • 15.00- 17.30 Turun kembali ke Basecamp
  • 17.30- 08.00 Free Program [ Istirahat, Makan, Ibadah ]
Hari Kelima
  • 04.00-07.00 Agenda Pribadi [ Makan, Istirahat, Ibadah ]
  • 07.00-08.00 Prepare dan Packing 
  • 08.00-16.00 Perjalanan ke Bandara

Call Center ExploreWisata.com,
085.643.455.685

Gunung Kerinci

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gunung Kerinci
Mount Kerinci from Kayuaro.jpg
Gunung Kerinci dilihat dari Kayuaro
Titik tertinggi
Ketinggian 3.805 m (12.484 ft)
Puncak 3.805 m (12.484 ft)Urutan ke-33
Masuk dalam daftar Ultra
Ribu
Geografi
Gunung Kerinci is located in Topografi Sumatera
Gunung Kerinci
Gunung Kerinci
Pegunungan Bukit Barisan
Geologi
Jenis gunung Stratovolcano
Busur/sabuk vulkanik Cincin Api Pasifik
Letusan terakhir 2009
Pendakian
Pendakian pertama 1877 oleh von Hasselt and Veth
Rute termudah Kersik Tuo
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

Daftar isi

Topografi

Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.
Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A

Flora dan Fauna

Tumbuhan dataran rendah didominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa Bunga Raflesia Rafflesia Arnoldi dan Suweg Raksasa Amorphophallus Titanum. Pohon cemara juga tumbuh di Gunung Kerinci. Dengan Taman Nasional Leuser, taman ini terhalang oleh Danau Toba dan Ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di Taman Leuser ada di sini, seperti tapir (Tapirus indicus) dan kuskus (Tarsius bancanus).
Banyak terdapat binatang khas Sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primata seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang, dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung.

Pendakian

Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi.
Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat ditemui mulai dari dataran rendah hingga puncak Gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak Gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.
Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa Jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1.611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh.
Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1.800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.
Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1.909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau.
Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat.
Pos 1 ini berada di ketinggian 2.225 mdpl dan terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadang kala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.
Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.
Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam.
Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3.351 mdpl, tempat ini cukup lapang dan bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir dan batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.

Lihat pula

Referensi

  1. http://astacala.org/wp/2011/12/menapaki-kerinci-gunung-berapi-tertinggi-di-indonesia/
  2. http://id.merbabu.com/gunung/gunung_kerinci.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar